LANGSA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendukung agar penyediaan makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dipusatkan pada dapur khusus SPPG dan tidak dialihkan secara sembarangan ke kantin sekolah.
Alasan Penolakan Pengalihan ke Kantin Sekolah
Standar Keamanan Pangan: Dapur SPPG memiliki fasilitas lengkap sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN) seperti fasilitas pendingin (cold storage), area pencucian khusus, serta pemisahan bahan mentah dan matang untuk menghindari kontaminasi.
Risiko Pengawasan: Jika pengelolaan dipecah ke ribuan kantin sekolah demi efisiensi anggaran, pengawasan kualitas gizi, porsi, dan aliran dana akan jauh lebih sulit dikontrol.
Kesiapan Infrastruktur: Tidak semua kantin sekolah mempunyai standar kebersihan, kapasitas produksi besar, dan tenaga pengelola tersertifikasi yang memadai.
Solusi yang Diinginkan Pengelola SPPG
Perbaikan Sistem: Jika ada kekurangan pada fasilitas atau manajemen, unit SPPG yang sudah ada sebaiknya diperkuat dan dievaluasi, bukan ditinggalkan begitu saja.
Pengecualian Selektif: Keterlibatan kantin sekolah hanya bisa dipertimbangkan secara sangat selektif jika kantin tersebut telah lolos verifikasi ketat terkait higienitas dan standar gizi.

Salah satu Yayasan Aspirasi Rakyat (Aspira) Kota Langsa Khairul Akbar menyebut, dapur SPPG dibangun dengan fasilitas yang disesuaikan standar Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari cold storage, pemisahan bahan mentah dan matang, tempat pencucian tiga bak, ventilasi, sanitasi, hingga pengelolaan limbah.
“Kalau di kantin sekolah, tidak semua punya fasilitas itu. Resiko kontaminasi, keracunan, dan masalah kebersihan jadi besar. Ini menyangkut kesehatan anak-anak,” sebutnya.
Selanjutnya sistem produksi terpusat memudahkan pengawasan oleh BGN, Dinas Kesehatan, maupun BPOM.
Selain itu, penyusunan menu dapat dilakukan dengan melibatkan ahli gizi sehingga kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terjaga. “Di SPPG ada ahli gizi, dan ada SOP yang dijalankan. Mutu dan gizi makanan bisa dijaga konsisten setiap hari,” ujarnya.




Tinggalkan Balasan